Kampung Budaya Sindangbarang, Ke Bogor Jangan Lupa ke Sini

Kampung Budaya Sindangbarang berlokasi di Desa Pasir Eurih, di Kec. Tamansari, Kab. Bogor, provinsi Jawa Barat. Jika Anda berangkat dari kota Bogor maka jarak yang harus Anda tempuh kurang lebih 5 kilometer. Kampung Budaya yang satu ini termasuk kampung paling tua di wilayah kota juga Kabupaten Bogor, disebut berdasarkan sumber naskah Pantun Bogor & Babad Pajajaran. Berdasarkan Pantun Bogor diperkirakan apabila Sindangbarang ini telah ada semenjak zaman kerajaan Sunda, yakni kurang lebih abad – XII. Mari baca selengkapnya.

Kerajaan Sindangbarang

Di wilayah ini dahulu ada sebuah kerajaan Bawahan, diberi nama Sindangbarang, dan ibukotanya adalah Kutabarang. Dan di sinilah juga berdasarkan cerita rakyat mengenai dilatihnya satria-satria kerajaan. Selain itu di sini juga kebudayaan Sunda Bogor dimulai, serta bertahan sampai sekarang, di dalam rupa Upacara Adat Seren Taun.

Hamparan sawah, alam pegunungan, dan kebun segar akan menyambut kehadiran Anda di sini. Jadi lokasinya memang benar-benar indah. Selain itu juga dibumbui oleh taburan kisah cerita sejarah dan ragam seni, memang menjadikan kampung Budaya Sindangbarang tempat yang wajib untuk Anda kunjungi. Sembari Anda berlibur di sini, Anda pun dapat mengenal juga belajar mengenai budaya dan kesenian Jawa Barat. Letak dari bangunan-bangunan di sini benar-benar terlihat rapih, di mana konon semua gaya bangunan dan letak bangunan yang terdapat di wilayah kampung ini adalah replika area dari Kerajaan Sunda Kuno pada jaman dahulu.

22 buah bangunan

Jika Anda berkunjung ke Kampung Budaya ini Anda akan menemukan kurang lebih sebanyak 22 bangunan dan tradisi budaya yang sudah direkonstruksi serta direvitalisasi, contohnya adalah saung lisung, lumbung padi, tempat numbuk padi, imah gede, dan imah adat. Selain itu Anda pun juga dapat mengenal dan menyaksikan dari dekat cara menanam juga menumbuk padi secara tradisional, melihat alat-alat masak tradisional, permainan tradisional (Contohnya adalah egrang dan bakiak, yang masih dibuat menggunakan kayu alami)

Imah Gede

Mungkin Anda bingung apa yang dimaksud dengan Imah Gede. Ini adalah sebuah rumah besar yang umumnya digunakan untuk tempat berkumpul sekaligus bermusyawarah oleh masyarakat bersama tetua adat juga para kolot. Sementara kolot sendiri adalah mereka yang sudah dianggap menjadi sesepuh adat dari Kampung Sindangbarang ini.

Anda juga dapat menemukan rumah adat Jabar dengan tiruan bentuk rumah panggung kecil dan tak ada pintu, serta mempunyai jendela di sisi depan, yang merupakan khas orang Sunda. Juga lumbung padi yang sampai sekarang lumbung tersebut tetap sering dipakai sebagai tempat penyimpanan padi masyarakat setempat, selain itu juga dipakai ketika mengadakan ritual adat, di mana ritual adat ini diselenggarakan tiap tahunnya. Pada bagian samping dari lumbung padi, Anda akan menemukan Bale Pesanggrahan. Di mana konon rumah yang dikenal sebagai Bale Pesanggrahan ini adalah tempat rumah yang dipakai untuk para tamu menginap, jadi tak dibuka bagi umum serta Cuma diperuntukkan bagi tamu kehormatan saja. Oleh karena itu tempat ini tak dijadikan tempat penginapan umum.

Anda juga bisa membeli souvenir di rumah-rumah di lokasi tersebut. Semua souvenir adalah karya atau buatan masyarakat desa Pasir Eurth juga penduduk Kampung Sindangbarang sendiri.

Sekian artikel tentang kampung Budaya Sindangbarang, ke Bogor? Jangan lupa berkunjung ke sini! Semoga info tempat wisata ini dapat bermanfaat untuk Anda. Apabila ada pertanyaan, Anda dapat mengisi kotak komentar yang sudah kami sediakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here