Kuliner Kaki Gunung yang Tak Boleh Dilewatkan Saat Mendaki
Kuliner Kaki Gunung yang Tak Boleh Dilewatkan Saat Mendaki

Kuliner dan suasana alam khas pegunungan menjadi dua hal yang dapat anda nikmati sekaligus saat memutuskan untuk menghabiskan libur akhir pekan dengan mendaki. Pegunungan sebagai backdrop di tempat anda bersantap tentu tak dapat ditemukan di semua rumah makan atau restoran. Terutama, menu yang ditawarkan oleh beberapa rumah makan (restoran) kaki gunung di bawah ini sangat berbeda dengan kebanyakan restoran. Penasaran?

  • Grage Lanai

Seuah restoran yang dapat dengan mudah anda jumpai di Jalan Sangkanhurip, Kabupaten Kuningan atau tepat di bawah kaki gunung Cermai ternyata cukup populer di kalangan pendaki. Pasalnya, restoran dengan bangunan cukup besar tersebut sengaja dibangun dengan sentuhan tradisional serta kolam ikan yang menghadap langsung ke arah birunya gunung Cermai.

Kolam ikan yang dilengkapi dengan pancuran menghasilkan musik alami yang senantiasa mengiringi setiap langkah pengunjung menuju area bersantap. Tak hanya itu, restoran tersebut juga dikelilingi dengan berbagai macam bunga khas pegunungan yang sangat sedap dipandang mata.

Beberapa menu andalan Grage Lanai yang pastinya tidak boleh dilewatkan begitu saja sebelum mendaki gunung Cermai, antara lain karedok dengan nasi merah, nasi liwet, nasi timbel dengan gurema bakar atau goreng serta es kacang merah dan es peuyeum.

  • Sate & Sop Pak Rauf

Warung sederhana milik yang selalu ngebul satu ini letaknya memang terpencil. Tak sedikit dari wisatawan yang terkecoh, namun tidak dengan pendaki yang sudah sangat akrab dengan gunung Merapi dan gunung Lompobattang. Warung milik pak Rauf yang dihias dengan tenda berwarna oranye ini senantiasa menawarkan sate dan sop.

Warung yang sudah diwarisi oleh pak Rauf kepada anaknya menawarkan beberapa varian sate dan sop, mulai dari ayam, sapi hingga jeroan yang sama-sama dibanderol dengan harga relatif ramah di kantong.

  • Rumah Teh Ndoro Donker

Beralih ke gunung lainnya yang tak kalah populer di kalangan pendaki, Rumah Teh Ndoro Dongker merupakan salah satu wisata kuliner yang menawarkan aneka teh di kaki gunung Lawu.

Rumah Teh Ndoro Donker dapat dengan mudah anda jumpai di Jalan Karangpandan, Ngargoyoso, desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah. Rumah teh tersebut kerap menjadi destinasi wisata kuliner bagi warga Solo dan sekitarnya.

Sederhananya rumah teh bergaya Belanda dengan dominasi warna putih di semua tembok serta pintu dan jendela berukuran besar selalu berhasil menarik minat banyak wisatawan. Halaman belakang dan samping rumah merupakan perkebunan teh milik pribadi.

Tak sedikit pengunjung sekedar datang untuk berfoto di ladang teh yang terhampar luas mengelilingi rumah teh tersebut. Setidaknya, anda dapat mencicipi beberapa jenis teh yang paling laku, seperti black tea, green tea, Oolong tea serta Ocha tea. Keempat jenis teh paling laris manis tersebut dibanderol mulai dari 10 hingga 30 ribu rupiah saja dan dapat dinikmati bersama 4 orang lainnya.

  • Saung Sate Kaki Gunung

Kuliner terakhir yang juga terletak tepat di bawah kaki gunung ini merupakan salah satu destinasi kuliner terbaik di kota Purwakarta, Jawa Barat. Saung Sate Kaki Gunung atau yang lebih populer dengan nama Sate Maranggi satu ini menyajikan berbagai menu pilihan seperti sate Maranggi, kelapa muda hingga sop kambing.

Berbagai menu pilihan tersebut dipercaya mampu memanjakan lidah para wisatawan yang datang ke kota Purwarkarta baik untuk mendaki maupun sekedar berburu kuliner. Bagi anda yang penasaran akan kelezatan sate Maranggi khas Saung Sate Kaki Gunung dapat berkunjung ke Jalan Raya Gungung Cupu, desa Anjun Plered, kota Purwakarta, Jawa Barat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here