Museum Kereta Ambarawa
Museum Kereta Ambarawa

Berencana liburan ke Ambarawa? Cobain deh traveling dengan kereta berusia ratusan tahun yang bisa menjadi pilihan wisata mengasikan selama liburan. Pengalaman seru yang bisa kaian dapatkan hanya di Ambarawa, dengan suara mesin yang bergemuruh, gerbong yang reasa bergoyang, hingga menampilkan arsitektur tua.

Museum Ambarawa saat ini berusia 143 tahun, memiliki 28 lokomotif tua, tetapi yang dioperasikan untuk wisatawan hanya terdapat dua unit. Untuk tripnya sendiri, Museum Kereta Ambarawa ini akan membawa wisatawan dengan perjalanan Ambarawa – Tuntang dan Ambarawa – Bedono.

Untuk perjalanan Ambawara- Bedono pemandangan yang ditawarkan adalah melintasi perbukitan kaki Gunung Ungaran dan Merbabu. Rute Ambarawa – Bedono hanya dapat menggunakan kereta uap, karena menggunakan roda bergerigi untuk menaklukan lintasan menanjak ke bukit.

Sedangkan untuk perjalanan Ambarawa – Tuntang akan melintasi pemandangan Danau Pening, diawali dengan panorama Kampung Rawa, yang merupakan salah satu bagian kawasan Rawa Pening, dengan pemandangan danau biru yang ditaburi dengan hijaunya eceng gondok. Tidak jarang keramahan penduduk yang keluar rumah – rumah apungnya pun menyapa wisatawan yang ada di kereta.

Untuk rute kedua ini menggunakan lokomotif diesel, yang menarik tiga gerbong sejalgus. Dengan berkapasitas 40 orang dalam tiga kali perjalanan. Selain hanya melayani jalur wisata Ambarawa-Tuntang, karena memiliki rute yang landau dan masih memungkinkan untuk dilalui secara terus menerus.

Walaupun merupakan lokomotif diese, kepulan asap tebal yang membungbung ke langit tetap banyak, dan membuat kesan “klasik” semakin terasa. Ditambah lagi masih memiliki gerbong orisinil, sehingga masih terasa goyangan – goyangan alami saat kereta melintasi trek tertentu.

Kereta tua ini berumus sekitar 104 tahun, dibuat pada tahun 1912, bahan dasarnya terbuat dari jati asli dan sampai sekarang masih utuh dan belum ada reparasi penggantian. Pada masa keyaannya, kereta tua bernomor Cr 72-1 salah satu kereta wisata di Ambarawa ini beroperasi untuk kereta kelas tiga atau ekonomi, tujuan Semarang – Yogyakarta.

Untuk perjalanan, wisaawan dapat memiliki waktunya. Mulai dari perjalanan pagi, di pukul 10.00, siang pukul 12.00, atau sore pukul 14.00 WIB. Lama perjalanan Ambarawa – Tuntang adalah selama satu jam. untuk tiket bisa dibeli di Museum Kereta Ambarawa mulai dari pukul 08.00. harga tiket untuk perjalanan wisata regular adalah Rp 50.000/orang.

Untuk rute Ambarawa – Bedono menggunakan kereta uap saat perjalanan dengan melewati medan perbukitan , namun kereta ini harus disewa terlebih dahulu. Karena biasanya jenis trip ini biasa digunakan bersama keluarga besar, kantor, reuni ataupun grup lainnya.

Kalian bisa memiliki menggunakan kereta uap ataupun diesel. Dengan memiliki 2 rute yang tersedia yaitu rute Ambarawa – Bedono dengan medan perbukitan, atau rute Ambarawa – Tuntang dengan rute yang melintasi rawa pening.

Untuk rute Tuntang sendiri bisa memilih lokomotif uap ataupun lokomotif diesel, dapat disewakan sesuai dengan jumlah penumpang. Satu gerbong dapat memuat hingga 40 penumpang, untuk satu gerbong sendiri dapat disewa Rp 10 juta, dua gerbong Rp 12,5 juta dan tiga gerbong Rp 15 juta.

Sedangkan untuk tujuan Bedono, hanya bisa menggunakan lokomotif uap karena memiliki medan lntasan menanjak. Selain itu, hanya dapat menggunakan dua gerbong, dengan kapasitas setiap gerbongnya yaitu 40 orang. Satu kali perjalanan pulang pergi dapat dipesan dengan harga Rp 15 juta.  untuk melakukan perjalanan ini, kalian harus melakukan reservasi satu minggu sebelumnya. Ditujukan ke kantor PT KAI DAOP IV Semarang di Jalan MH Thamrin Nomor 3, Sekayu, Semarang dengan membawa uang muka 10-20 persen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here