Jawa Barat adalah salah satu provinsi di Indonesia dengan populasi terpadat, kawasan yang terbentang dari pesisir Indramayu di bagian utara hingga Pangandaran di bagian selatan. Dari Sukabumi di bagian barat sampai Kuningan di ujung timur.

Jawa Barat berlokasi di jalur cincin api pasifik, wilayah yang memiliki beberapa gunung berapi aktif ini juga sering disebut dengan nama Parahyangan atau “tempat tinggal para dewa” karea memiliki bentangan alam yang terkenal sangat indah dan unik dengan jarak tempuh yang tidak begitu jauh dari kota metropolis seperti Jakarta dan Bandung.

Keindahan Jawa Barat begitu banyak, mulai dari danau di puncak gunung hingga pantai berpasir putih tersedia di sini, dan tentunya sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja. berikut ini adalah wisata alam tersembunyi di Jawa Barat:

  1. Pulau Biawak Indramayu
Pulau Biawak Indramayu - Menyingkap Pesona 3 Wisata Alam yang Tersembunyi di Jawa Barat
Pulau Biawak Indramayu – Menyingkap Pesona 3 Wisata Alam yang Tersembunyi di Jawa Barat

Pulau Biawak Indramayu bisa dikatakan layaknya seperti dunia purbakala di Jurrasic World. Kalian tentu lebih familiar dengan pulau Komodo yang terletak di Nusa Tenggara Timur, dimana banyak reptil purba komodo hidup berkeliaran dengan bebas.

Tapi, apakah kalian tahu bahwa di kawasan Jawa Barat pun memiliki sebuah pulau indah yang dihuni oleh banyak kadal raksasa? Seperti namanya, Pulau Biawak adalah habitat alami satwa liar biawak. Dulunya, pulau ini tertutup untuk umum karena dijadikan sebagai lokasi penelitian milik pemerintah. Namun sekarng, kalian bisa bebas untuk menjelajahi pulau Biawak Indramayu ini.

Setalah perahu merapat di patai Pulau Biawak yang berpasir putih, kalian akan langsung disambut oleh mercusuar kuno dengan tinggi 65 meter yang sudah ada sejak jaman Belanda. Akan sangat menakjubkan ketika kalian menaiki puncaknya dan melihat panorama alam Pulau Biawak dari atas.

Di pulau Biawak, pemandangan alam bawah lautnya pun tidak kalah cantik. Disini, kalian biasa menikmati indahnya bunga karang dan ikan-ikan berwarna – warni sambil snorkeling.

Jika kalian memiliki cukup keberanian, cobalah untuk menjelajahi hutan bakau yang terdapat di Pulau Biawak ini, siapa tahu saja kalian bisa melihat langsung biawak yang ada di sela-sela pepohonan. Walaupun, Biawak tidak seagresif komodo, tetapi biawak bisa tumbuh hingga tiga meter dan bisa menggigit.

Nah, jika kalian berani menjelajahi hutan bakau dan tidak sengaja bertemu dengan biawak, kalian pun harus berhati-hati, waspadai sabetan ekornya, karena itu adalah senjata yang mereka gunakan jika sedang merasa terancam.

  1. Tebing Citatah, Padalarang
Tebing Citatah, Padalarang - Menyingkap Pesona 3 Wisata Alam yang Tersembunyi di Jawa Barat
Tebing Citatah, Padalarang – Menyingkap Pesona 3 Wisata Alam yang Tersembunyi di Jawa Barat

Lokasi Tebing Citatah ini hanya berjarak 5 kilometer dari pintu keluar Tol Padalarang, namun tebing ini tidak sepopuler Goa Pawon dan Stone Garden. Sekarang ini, dibawah pengawasan Kopassus, tebing-tebing ang ada di sini sering kali digunakan sebagai lokasi latihan militer. Namun, di akhir pekan ketiga Tebing di Citatah dibuka untuk umum.

Bagi pemula, kalian bisa memanjat tebing Citatah 48 dengan ketinggian 40 hingga 50 meter. Begitu sukses menaklukan tebing batu kapur ini, kalian akan disambut oleh sebuah monument Belati milik Kopassus sebagai symbol kebersihan.

Tidak hanya untuk menguju nyali saja, ketahanan fisik juga diperlukan untuk menaklukan tebing, selain itu butuh kefokusan dan ketelitian. Konsentrasipun sangat dibutuhkan, karena setiap saat bahaya dapat mengancam.

Karena tebing Citatah ini memiliki kesulitan yang cukup tinggi dan besarnya resiko yang dihadapi, tebing Citatah 90 dan Citatah 125 hanya diperuntukan untuk pendaki berpengalaman saja, dengan bukti sertifikat serta surat ijin dari pihak berwenang.

  1. Cukang Taneuh, Pangandaran
Cukang Taneuh, Pangandaran - Menyingkap Pesona 3 Wisata Alam yang Tersembunyi di Jawa Barat
Cukang Taneuh, Pangandaran – Menyingkap Pesona 3 Wisata Alam yang Tersembunyi di Jawa Barat

Kawasan wisata alam ini sering disebut sebagai Green Canyon-nya Jawa Barat, sebutan nama ini sebenarnya berwal dari seorang wisatawan asal Prancis, karena Cukang Taneh ini mengingatkannya akan Grand Canyons yang ada di Arozona, namun berwarna hijau.

Pemandangan dari kiri – kanan kalian akan Nampak seperti aneka tumbuhan hijau yang menghiasi dinding – dinding batu yang terpahat secara alami sejak bertahun-tahun lamanya.

Ketika sudah diujung perjalanan, kalian bisa turun dari perahu dan memanjat ke tumpukan batu-batu besar. Disinilah awal mula petualang sesungguhnya dimulai.

Dari kawasan ini, kalian bisa dengan bebas terjun ke sungai yang mengalir antara Green Canyon, biarkan aliran airnya membawa kalian melalui beberapa rintangan yang menantang. Kalian akan terkejut dengan beberapa keseruan di sungai Cukang Taneuh yang satu ini.

Setelah puas menyusuri sungai, kalian bisa beristirahat sejenak di tepian sambil menikmati sajian tradisional yang lezat, seperti nasi bakar ayam yang dibungkus daun pisang, serta melepas dahaga dengan meneguk segarnya air kelapa muda.

Petualang kalian di Green Canyon Jawa Barat ini pun diakhiri dengan kembali naik perahu menuju hilir sungai yang bermuara di laut selatan, sambil memandang panorama alam yang indah yang Nampak sempurna dengan tenggelamnya matahari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here