Museum Islam Nusantara, Tempat Wisata Religius dengan Benda-benda Bersejarah mengenai Islam

Jika Anda berlibur ke Jombang, sempatkanlah waktu untuk berkunjung ke Museum Islam Nusantara. Di mana rencananya, di museum yang satu ini akan ada berbagai benda bersejarah mengenai Islam di tanah air. Anda dapat berziarah menuju makam KH Abdurrahman Wahid, yang biasa dikenal dengan nama Gus Dur. Akan belum lengkap rasanya apabila Anda tidak mengunjungi MINHA, Museum Islam Nusantara Hasyim Asyari. Walaupun memang masih belum selesai dibangun, tetapi Anda sudah dapat berfoto-foto sembari melihat keindahan panorama dan juga keindahan arsitektur gedung museum yang dibuat mirip bentuk piramida. Mari baca selengkapnya.

MINHA

Pengerjaan proyek museum ini dilakukan oleh pemerintah pusat, dan museum ini beralamat di daerah Makam Presiden Indonesia ke – 4, K.H Abdurrahman Wahid. Berdasarkan Imam Sutrisno selaku Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan & Pariwisata Jombang, apabila mengacu perencanaan seharusnya proses pembangunan museum selesai mulai akhir tahun yang lalu. Dahulu dilelang di daerah hingga 3x, sesudahnya dikembalikan pada pusat sebab tak ada rekanan yang dapat memenuhi syarat. Untuk target penyelesaian pun akhirnya berubah jadi akhir tahun 2016.

Beliau pun menyebutkan jika sesudah selesai dibangun maka pengelolaan museum diberikan pada Direktorat Pelestarian Cagar Budaya & Permuseuman, dari BPCB atau Badan Pelestarian Cagar Budaya, Trowulan. Untuk peran pemerintah Kab. Jombang hanyalah mengelola kawasan parkir museum tersebut.

Lokasi

Museum ini berlokasi di Kec. Diwek, Kab. Jombang, Jatim. Anda akan dapat dengan mudah mengenalinya, sebab gedung museum ini memiliki desain yang terbilang unik.

Gedung 5 lantai ini memiliki bentuk seperti piramida, atau lebih tepatnya limas segiempat. Tetapi yang disayangkan proses pembangunan yang masih belum rampung, karena itu untuk sementara, pengunjung atau wisatawan baru dapat menikmati museum ini dari luar saja. Anda pun dapat melihat para pekerja yang masih membangun pagar museum beserta finishing interior. Memang karena masih dibangun, maka pengunjung belum boleh masuk ke dalam gedung.

Pada lahan sebesar 4,9 hektare ini, selain gedung museum, juga sekarang sudah ada monumen At Tauhid, monumen dengan bentuk kubus dan dilengkapi air mancur pada sekelilingnya. Di sini Anda bisa melihat sebanyak 99 Asmaul Husna, sifat-sifat dari Alloh SWT. Di puncak monumen, Anda dapat menemukan lafal Alloh dengan menggunakan tulisan Arab. Dan di lokasi seputaran monumen & museum, ada taman yang hijau, sehingga membuat lingkungan menjadi terasa lebih rindang. Selain itu juga ada berbagai fasilitas yang lainnya, seperti Musholla, tempat permainan anak, kios pedagang pun akan dibangun, sehingga wisatawan akan semakin nyaman ketika berkunjung. Untuk fasilitas yang sudah selesai yakni tempat parkir dengan luas 600 m2. Serta belasan toilet di sisi utara dari museum.

Peziarah banyak yang Belum Tahu

Sudah sering peziarah berkunjung dan melewati gedung museum ini. Tetapi karena gedung museum ini masih baru dan beritanya belum terlalu luas, maka masih banyak orang-orang yang belum tahu apa fungsi dari gedung yang berbentuk unik ini. Di mana bangunan ini dapat dilihat saat peziarah jalan kaki menuju wilayah makam dari keluarga Gus Dur. Jadi tidak sedikit peziarah yang penasaran dengan bangunan ini. Dan banyak juga yang berfoto menggunakan background museum. Sekian artikel tentang Museum Islam Nusantara, tempat wisata religius dengan benda-benda bersejarah mengenai Islam. Selamat berlibur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here