Wisata Gardu Action Tempat Wisata Gratis dan UnikWisata Gardu Action merupakan tempat wisata yang unik, karena dibuat menggunakan sampah yang didaur ulang. Negara Indonesia merupakan 5 negara sebagai penyumbang sampah plastik paling besar, yang mengalir menuju laut, selain negara Filipina, Tiongkok, Sri Lanka. Memang sampah ini merupakan permasalahan yang ada sejak dulu, termasuk yang dibuang ke laut, bahkan dapat Anda temukan pesisir selatan Yogyakarta. Namun berkat peran dari kelompok pemuda yang ada di lokasi Pantai Parangkusumo, maka masalah sampah itu bisa terpecahkan dengan Gardu Action. Di mana kebanyakan orang enggan berurusan dengan sampah, dan membuangnya. Tetapi cara yang dilakukan oleh sekumpulan anak muda terbilang kreatif dan berguna. Mari baca selengkapnya.

Tentang Gardu Action

Atau kepanjangannya Garbage Care & Education. Setelah Anda tiba di lokasi, Anda akan menemukan gerbang yang dibuat menggunakan susunan dari potongan bambu. Ketika Anda memasuki wilayah Gardu Action, Anda tak perlu membayar sama sekali. Tetapi jika memang Anda hendak membantu maka Anda dapat mengisi kotak sumbangan yang sudah disediakan di sana, tentunya donasi tersebut akan benar-benar membantu perkembangan Gardu Action ke depannya.

Di sini Anda dapat melihat beberapa pohon cemara yang teduh, dan ada tempat duduk yang dibuat menggunakan ban karet bekas dan kayu, dan juga ada sofa-sofa usang. Selain itu, Anda pun dapat menemukan beberapa ornamen unik yang ada pada beberapa sudut sampai dengan tepi laut, yang menjadikan lokasi di sana menjadi terlihat lebih cantik. Tidak hanya untuk pemanis saja, tetapi beberapa ornamen yang dapat Anda temukan juga digunakan untuk background atau objek foto, jadi bagi yang gemar selfie memang di sini merupakan lokasi yang tepat. Dan semua ornamen yang unik itu dibuat menggunakan barang-barang bekas, di mana kebanyakan orang menganggapnya sebagai sampah. Nah, di sini Anda sudah mengetahui garis besar dari Gardu Action, yang membutuhkan support Anda juga.

Mengatasi Sampah

Dengan adanya Gardu Action, sampah yang menjadi masalah di pantai Parangkusumo pun dapat teratasi. Bahkan sampah yang ada di pantai tersebut cukup banyak. Untuk hari-hari biasa saja, sampah yang muncul karena buangan oleh penduduk dan wisatawan bisa melebihi 1200 L dalam 1 hari. Itu saat hari-hari biasa, saat hari-hari libur, total sampahnya bisa berkali lipat hingga 7000 L dalam 1 hari.

Bulan April 2015, banjir pun melanda Bantul, dan jumlah sampah yang terdapat di pantai pun bertambah. Dan pada 4 Juli 2016, tanah kosong yang sebelumnya Cuma ditumbuhi oleh pohon cemara udang dan banyak timbunan sampah, sekarang sudah disulap jadi tempat wisata gratis, yang memanfaatkan barang bekas dan sampah. Tentunya kerja keras ini harus diapresiasi dan semoga kesadaran orang-orang dan wisatawan yang terbiasa buang sampah sembarangan dapat berubah.

Gardu Action, Pengolahan Sampah yang Sederhana

Memang jika dibandingkan dengan negara lain, maka pengolahan sampah di Gardu Action ini masih menggunakan cara manual dan benar-benar sederhana. Berbeda dengan negara lain, contohnya Swedia yang sudah mengelola sampah memakai alat yang canggih dan sampah dapat digunakan untuk energi alternatif. Sampah yang masih dapat digunakan (Reuse), dikumpulkan, kemudian diolah jadi barang baru dan layak pakai (Recyle). Untuk sampah-sampah yang sifatnya mudah membusuk diolah jadi kompos. Di Gardu Action pun ada edukasi mengenai sampah. Sekian artikel tentang wisata Gardu Action, tempat wisata gratis dan unik, semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here